Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi, Aktivis Kajian Zionisme Internasional
Zionisme tidak saja dikenal sebagai gerakan politik, tapi juga gerakan budaya. Henry Ford pebisnis Amerika yang menghabiskan hampir setengah hidupnya untuk menyadarkan Amerika dari bahaya Yahudi menjelaskan dengan baik bagaimana budaya telah ditanamkan kelompok Zionisme guna mewujudkan misinya. Dalam buku monumentalnya, The International Jew, dikatakan bahwa teater/seni pertunjukan adalah bagian tak terpisahkan dari Yahudi untuk menyetir selera publik dan memengaruhi cara berpikir masyarakat. Teater dan seni pertunjukkan tidak hanya diberi sebuah tempat istimewa dalam Protokol of Zion, tapi juga telah dijadikan teman setia di setiap malam dan pekan.
Nah simbol-simbol Yahudi ini banyak masuk dari budaya. Tidak sedikit band-band papan atas di Indonesia memakai simbol pentagram. Bahkan seorang artis ternama jelas-jelas memakai simbol bintang David di lehernya. Sekarang orang sudah terbiasa memakai simbol-simbol itu, di terminal, misalnya, saya sering sekali melihat simbol bendera Israel dan swastika. Sayap kepanduan sebuah kelompok Islam malah memakai bunga Lily yang telah menjadi simbol Knight Templars berabad-abad lamanya.
Indikasi dari ini ada tiga hal. Pertama minimnya pengetahuan umat menganai wawasan simbologi. Kedua, sikap menanggap sepele urusan simbol yang berkembang di tubuh umat Muslim. Karena tidak sedikit kaum Muslimin yang memang sudah mengetahui perkara ini, tapi mencoba menganggap enteng. Ketiga, bukti Zionisme kian menancapkan kuku di Indonesia.
Kenapa masalah simbol tidak bisa kita anggap sepele. Karena simbol adalah bagian dari teologi. Jika anda saya tawarkan memakai kalung salib di leher Anda, apakah Anda bersedia? Pasti jawabannya tidak. Kenapa? Karena salib tidak lagi menjadi simbol tapi juga mengandung makna teologis sekaligus.
Saya pernah menulis terkait hal ini dengan judul Mengapa Simbologi Begitu Penting Bagi Yahudi. Namun jika diminta untuk diringkas maka tujuan dari propaganda simbol adalah mind control. Dengan memasukkan simbol-simbol maka pesan-pesan akan lebih mudah diterima. Ingat, biasanya Yahudi memakai simbol tidak berdiri sendiri, mereka kerap menyandingkannya dengan musik, film, bahkan olahraga. Dalam maskot Olimpiade terbaru, misalnya, panitia memakai simbol mata satu. Meski masih menyisakan kontroversi, simbol mata satu sudah identik dengan dajjal.
Nah simbol-simbol yang memang dipropagandakan oleh Lady Gaga, Raihanna, Madonna dan lain-lain itu jelas bagian dari skenario zionisme.[medi umat]
Zionisme tidak saja dikenal sebagai gerakan politik, tapi juga gerakan budaya. Henry Ford pebisnis Amerika yang menghabiskan hampir setengah hidupnya untuk menyadarkan Amerika dari bahaya Yahudi menjelaskan dengan baik bagaimana budaya telah ditanamkan kelompok Zionisme guna mewujudkan misinya. Dalam buku monumentalnya, The International Jew, dikatakan bahwa teater/seni pertunjukan adalah bagian tak terpisahkan dari Yahudi untuk menyetir selera publik dan memengaruhi cara berpikir masyarakat. Teater dan seni pertunjukkan tidak hanya diberi sebuah tempat istimewa dalam Protokol of Zion, tapi juga telah dijadikan teman setia di setiap malam dan pekan.Nah simbol-simbol Yahudi ini banyak masuk dari budaya. Tidak sedikit band-band papan atas di Indonesia memakai simbol pentagram. Bahkan seorang artis ternama jelas-jelas memakai simbol bintang David di lehernya. Sekarang orang sudah terbiasa memakai simbol-simbol itu, di terminal, misalnya, saya sering sekali melihat simbol bendera Israel dan swastika. Sayap kepanduan sebuah kelompok Islam malah memakai bunga Lily yang telah menjadi simbol Knight Templars berabad-abad lamanya.
Indikasi dari ini ada tiga hal. Pertama minimnya pengetahuan umat menganai wawasan simbologi. Kedua, sikap menanggap sepele urusan simbol yang berkembang di tubuh umat Muslim. Karena tidak sedikit kaum Muslimin yang memang sudah mengetahui perkara ini, tapi mencoba menganggap enteng. Ketiga, bukti Zionisme kian menancapkan kuku di Indonesia.
Kenapa masalah simbol tidak bisa kita anggap sepele. Karena simbol adalah bagian dari teologi. Jika anda saya tawarkan memakai kalung salib di leher Anda, apakah Anda bersedia? Pasti jawabannya tidak. Kenapa? Karena salib tidak lagi menjadi simbol tapi juga mengandung makna teologis sekaligus.
Saya pernah menulis terkait hal ini dengan judul Mengapa Simbologi Begitu Penting Bagi Yahudi. Namun jika diminta untuk diringkas maka tujuan dari propaganda simbol adalah mind control. Dengan memasukkan simbol-simbol maka pesan-pesan akan lebih mudah diterima. Ingat, biasanya Yahudi memakai simbol tidak berdiri sendiri, mereka kerap menyandingkannya dengan musik, film, bahkan olahraga. Dalam maskot Olimpiade terbaru, misalnya, panitia memakai simbol mata satu. Meski masih menyisakan kontroversi, simbol mata satu sudah identik dengan dajjal.
Nah simbol-simbol yang memang dipropagandakan oleh Lady Gaga, Raihanna, Madonna dan lain-lain itu jelas bagian dari skenario zionisme.[medi umat]
Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi "Lady Gaga Propagandis Zionisme"
Views:
Category:
Bismillah 165,
Opini
0 komentar:
Posting Komentar